Bogor, 31 Juli 2026 – RS Goenawan Partowidigdo (RSPG) menerima kunjungan tim RSUD Dr. KH. Idham Chalid dalam rangka kegiatan studi banding dan sharing session yang berfokus pada dua agenda utama, yaitu pengembangan layanan Bedah Toraks serta implementasi dan pengembangan Clinical Research Unit (CRU).
Pada sesi pertama, kedua rumah sakit berdiskusi mengenai strategi pengembangan layanan Bedah Toraks, mulai dari penguatan sumber daya manusia, kesiapan fasilitas, hingga peluang kolaborasi dalam pengembangan layanan bedah toraks dan bedah jantung. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat jejaring pelayanan rujukan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih komprehensif.
Sesi berikutnya membahas perjalanan pengembangan Clinical Research Unit (CRU) RSPG yang telah dibentuk sejak tahun 2023 sebagai pusat koordinasi penelitian klinik di rumah sakit. Tim CRU RSPG berbagi pengalaman mengenai tahapan membangun ekosistem penelitian, mulai dari proses feasibility study, penyusunan tata kelola penelitian, pemenuhan aspek regulasi dan etik penelitian, pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga persiapan pelaksanaan uji klinik internasional.
Saat ini, RSPG sedang mempersiapkan pelaksanaan uji klinik regimen baru Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) dan Tuberkulosis Sensitif Obat (TB-SO) bekerja sama dengan sponsor internasional, sebagai salah satu langkah nyata penguatan kapasitas penelitian klinik di rumah sakit.
Kegiatan ini bukanlah akhir dari proses berbagi ilmu dan pengalaman. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen continuous improvement RSPG dalam membangun budaya penelitian yang berkualitas, beretika, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan. Ke depan, RSPG akan terus melakukan penyempurnaan tata kelola penelitian sehingga dapat menjadi best practice dalam penyelenggaraan penelitian klinik di rumah sakit.
Melalui penguatan riset translasional, pengembangan inovasi, dan peningkatan publikasi ilmiah, RSPG berharap hasil penelitian tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based healthcare) bagi masyarakat Indonesia.